Kesehatan anak
Jadwal imunisasi anak dan cara mengejar yang terlewat
Banyak orang tua panik ketika menyadari jadwal imunisasi anaknya terlewat. Kabar baiknya: imunisasi yang terlambat hampir selalu masih bisa dikejar, dan tidak perlu diulang dari awal.
Kenapa imunisasi punya jadwal
Jadwal imunisasi disusun berdasarkan dua hal: kapan sistem kekebalan anak cukup matang untuk merespons vaksin, dan kapan risiko tertular penyakit tertentu paling tinggi. Karena itu urutan dan jarak antar dosis bukan angka sembarangan.
Imunisasi dibagi menjadi imunisasi dasar yang diberikan pada tahun pertama kehidupan, dan imunisasi lanjutan berupa penguat (booster) pada usia yang lebih besar. Di luar itu ada vaksinasi tambahan yang diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing anak.
Kalau jadwalnya terlewat
Ini pertanyaan yang paling sering muncul. Prinsipnya:
- Dosis yang sudah diberikan tetap dihitung. Anda tidak perlu mengulang rangkaian dari nol.
- Jadwal susulan disusun berdasarkan usia anak saat ini dan riwayat imunisasi yang sudah diterima.
- Beberapa vaksin punya batas usia. Karena itu semakin cepat dikejar, semakin baik.
- Bawa buku KIA atau catatan imunisasi. Tanpa catatan, dokter harus memperkirakan, dan itu kurang ideal.
Yang paling penting: jangan menunda lebih lama hanya karena merasa sudah terlambat. Keterlambatan beberapa bulan jauh lebih mudah diatasi daripada keterlambatan bertahun-tahun.
Sebelum anak divaksin
Konsultasi sebelum vaksinasi bukan formalitas. Dokter perlu memastikan kondisi anak memang layak divaksin hari itu, dan menanyakan hal-hal berikut:
- Apakah anak sedang demam tinggi? Pilek ringan umumnya bukan halangan, tetapi tetap sampaikan.
- Apakah pernah ada reaksi berat setelah vaksin sebelumnya?
- Apakah ada riwayat alergi tertentu?
- Apakah anak sedang mengonsumsi obat, terutama yang menekan sistem kekebalan?
Reaksi yang wajar setelah imunisasi
Sebagian besar reaksi setelah imunisasi bersifat ringan dan justru menandakan tubuh sedang membentuk kekebalan:
- Nyeri, kemerahan, atau bengkak ringan di bekas suntikan, biasanya mereda dalam beberapa hari.
- Demam ringan selama satu sampai dua hari.
- Anak lebih rewel atau lebih banyak tidur dari biasanya.
Cukup perbanyak minum, kompres hangat pada area suntikan bila perlu, dan biarkan anak beristirahat.
Segera hubungi klinik atau fasilitas kesehatan bila muncul demam tinggi yang berkepanjangan, kejang, sesak napas, bengkak pada wajah atau bibir, atau anak tampak sangat lemas dan sulit dibangunkan.
Imunisasi bukan hanya untuk anak
Orang dewasa juga membutuhkan vaksinasi tertentu — untuk keperluan pekerjaan, perjalanan, atau karena kondisi kesehatan tertentu. Di Klinik Medisina, vaksinasi diberikan untuk anak maupun dewasa oleh dokter umum serta dokter spesialis anak.
Karena ketersediaan vaksin perlu dipastikan lebih dulu, sebaiknya buat janji sebelum datang.
Catatan. Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau terapi dari tenaga medis. Kondisi setiap orang berbeda. Bila keluhan Anda menetap atau memberat, periksakan diri ke dokter. Lihat disclaimer medis.